Space 4

Space 4
Space 4

Kamis, 05 Juli 2012

Biologi : Konsep Dasar Biologi #7

2.      Melakukan Studi Pustaka
Langkah kedua setelah merumuskan masalah adalah melakukan studi pustaka. Studi pustaka dapat dilakukan dengan pergi ke perpustakaan atau mencari tahu dari orang lain yang mempunyai pemahaman mendalam tentang masalah tersebut. Selain itu, informasi juga dapat diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, internet, serta hasil penelitian terdahulu, seperti skripsi, tesis, dan disertasi. Hal ini dapat berguna untuk mendapatkan pengetahuan tentang masalah tersebut sehingga dapat disusun hipotesis (dugaan).
3.      Menyusun Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara dari rumusan masalah yang diajukan. Hipotesis digunakan untuk memandu jalan pikiran peneliti ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang diinginkan akan tercapai. Hipotesis akan dibuktikan kebenarannya melalui data-data hasil penelitian eksperimen. Penelitian deskriptif dan kualitatif tidak memiliki hipotesis.
Hipotesis biasanya menunjukkan perbandingan antara dua variabel atau lebih. Namun, ada juga hipotesis yang menunjukkan perbandingan satu variabel dari dua sampel. Hipotesis dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a.       Hipotesis nol ( ) adalah hipotesis yang menunjukkan tidak adanya hubungan antar dua variabel.
b.      Hipotesis alternatif ( ) adalah hipotesis yang menyatakan adanyan hubungan antar dua variabel.
4.      Melakukan Eksperimen
Eksperimen dilakukan untuk menguji kebenaran hipotesis. Sebelum melaksanakan eksperimen, terlebih dulu harus melakukan perencanaan, yang meliputi hal-hal berikut:

a.      Menentukan variabel
Variabel adalah faktor-faktor yang ikut menentukan suatu perubahan terhadap objek yang akan diteliti. Ada tiga macam variabel yang umum digunakan, yaitu:
                                                  i.      Variabel bebas, adalah variabel yang dapat diubah-ubah. Nilai variabel bebas ditentukan oleh peneliti.
                                                ii.      Variabel terikat, adalah variabel yang nilainya dipengaruhi atau ditentukan oleh variabel bebas.
                                              iii.      Variabel kontrol, adalah variabel yang berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diujikan. Variabel kontrol dibuat sama dalam suatu penelitian.
b.      Menentukan populasi dan sampel
Populasi dalam penelitian dapat diartikan sebagai seluruh anggota objek penelitian. Akan tetapi, tidak seluruh anggota populasi diteliti, objek penelitian hanya diwakili oleh sebagian dari anggota populasi. Sebagian dari aggota populasi disebut dengan sampel.
c.       Menentukan alat dan bahan
Alat untuk mengambil data disesuaikan dengan sampel yang akan diteliti dan variabel yang akan diukur. Alat-alat yang digunakandalam penelitian di bidang biologi, antara lain mikroskop, thermometer, dan tabung reaksi.
      Bahan-bahan yang dipilih harus mudah didapat, harganya murah, paling efisien, dan memberikan hasil yang optimal. Selain itu, peneliti harus mengetahui keterbatasan alat, bahan, dan biaya yang tersedia dalam penelitian karena hal ini dapat mempengaruhi percobaan yang akan dilakukan.
d.      Menentukan cara kerja
Cara kerja merupakan suatu langkah-langkah atau urutan pekerjaan yang dilakukan dalam suatu penelitian. Cara kerja harus disusun secara sistematis agar diperoleh data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam menentukan cara kerja, harus mencantumkan jadwal kegiatan, tempat pengambilan data, perlengkapan yang harus dibawa oleh peneliti, dan rancangan analisis data.
e.       Menetapkan cara menganalisis data dan menyajikan data
Data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa data mentah. Data tersebut harus dianalisi terlebih dahulu agar lebih mudah diartikan atau ditafsirkan. Data yang telah dianalisis berguna untuk menentukan berlaku atau tidaknya hipotesis diajukan. Hipotesis diterima jika data tersebut mendukung hipotesis. Sebaliknya, hipotesis ditolak jika data yang telah dianalisis tidak mendukung hipotesis.
      Analisi data dapat dilakukan secara nonstaristik atau statistik. Analisis nonstatistik umumnya digunakan pada penelitian eksploratif dan penelitian deskriptif. Analisis statistik dapat dilakukan secara sederhana. Analisis statistik sederhana dilakukan dengan mencari nilai rata-rata (mean), nilai tengah (median), dan nilai yang sering muncul (modus).
      Data yang telah dianalisis kemudian ditamoilkan atau disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami orang lain. Angka-angka yang ditampilkan dalam penyajian data berupa nilai rata-rata setiap kelompok perlakuan. Berikut beberapa bentuk penyajian data, yaitu:
                                            i.            Tabel
Tabel pada umumnya digunakan untuk memaparkan data pada laporan ilmiah. Tabel merupakan bentuk penyajian data yang paling sederhana. Tabel terdiri atas baris dan kolom. Tabel memberikan petunjuk yang jelas mengenai hubungan antarvariabel.
                                          ii.            Diagram
Penyajian dengan diagram mempunyai keuntungan, yaitu peneliti tidak terlalu banyak melihat angka karena tampilan umumnya terlihat secara visual. Penyajian akan lebih menarik lagi jika pandai membentuk diagram dan member warna. Bentuk-bentuk diagram yang sering digunakan adalah sebagai berikut:
Diagram garis,
merupakan bentuk diagram paling sederhana, berfungsi untuk menunjukkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Terdiri atas dua sumbu, yaitu sumbu X dan sumbu Y. Sumbu X merupakan sumbu horizontal yang sering disebut absis. Sumbu Y merupakan sumbu vertical yang sering disebut ordinat.
Diagram batang,
Disajikan dalam bentuk balok atau bar.
Digram bundar,
merupakan diagram berbentuk lingkaran yang terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Setiap bagian membentuk segitiga yang memiliki besar sudut tertentu. Besar sudut tersebut dapat diukur dengan menggunakan busur derajat.
Demikianlah tahap-tahap yang harus direncanakan sebelum melakukan eksperimen. Setelah menyusun rencana eksperimen, peneliti dapat mulai melakukan eksperimen.
5.      Mengumpulkan data
Data adalah fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara. Pengamatan terhadap suatu objek dapat dilakukan secara langsung dengan alat indra atau dengan alat ukur. Pengamatan dengan bantuan alat indra akan mengahasilkan data berupa ciri-ciri objek yang diamati, seperti warna, bau, tekstur, dan bentuk. Data ini disebut data kualitatif. Adapun data hasil pengamatan dengan bantuan alat ukur berupa angka. Data ini disebut data kuantitatif. Data-data hasil pengamatan tersebut dapat didukung dengan data lain yang diperoleh dengan wawancara.
Lanjut ke Biologi : Konsep Dasar Biologi #8

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar