Seminar Nasional Pendidikan IPA 2016

Jumat, 06 Juli 2012

Biologi : Metabolisme Sel #2


b.       Respirasi anaerob
Respirasi anaerob adalah proses penguraian senyawa organik yang menghasilkan energi tanpa menggunakan oksigen sebagai akseptor terakhirnya. Yang termasuk kedalam respirasi anaerob, yaitu fermentasi.

Fermentasi
Fermentasi terjadi pada organisme tingkat tinggi. Fermentasi terdiri dari dua tahap, yaitu tahap glikolisis dan pembentukan NAD. Pada proses tersebut asam piruvat hasil glikolisis tidak diubah menjadi asetil Co-A. Namun, senyawa tersebut akan direduksi menjadi senyawa lain dengan bantuan NADH. Dalam fermentasi satu molekul glukosa akan menghasilkan 2 ATP. Fermentasi dapat dibedakan menjadi dua macam berikut.
1)      Fermentasi asam laktat
Fermentasi asam laktat terjadi pada sel-sel otot. Proses tersebut menggunakan bahan baku berupa asam piruvat. Hasil dari proses tersebut berupa asam laktat dan ATP. Timbunan dari asam laktat yang berlebihan dapat menyebabkan otot terasa lelah dan nyeri. Berikut reaksi dari fermentasi asam laktat.

Glukosa   glikolisis    2 asam piruvat             2 fosfoenol piruvat           
                                                                                     2NADH

                                                                                      2NAD
                                                               2 asam laktat  
2)      Fermentasi alkohol
Fermentasi alkohol dapat terjadi pada khamir atau yeast. Proses tersebut menggunakan bahan baku asam piruvat. Hasil dari proses tersebut berupa etanol, CO, dan ATP. Berikut reaksi dari fermentasi alkohol.
                                                                       2CO
Glukosa   glikolisis    2 asam piruvat                  2 asetaldehid
                                                                                      2NADH

                                                                                      2NAD
 2 etanol



Anabolisme
Anabolisme merupakan reaksi penyusunan senyawa-senyawa kompleks dari senyawa-senyawa sederhana, misalnya sintesis asam lemak, sintesis asam amino, atau sintesis berbagai metabolik lainnya. Berdasarkan tingkat energi yang dipakai, reaksi anabolisme dibedakan menjadi fotosintesis dan kemosintesis. Fotosintesis menggunakan energi cahaya sebagai sumber energi, sedangkan sumber energi untuk kemosintesis adalah energi kimia.

1.      Fotosintesis

Fotosintesis merupakan penyusunan bahan organik dari air dan karbondioksida dengan bantuan energi cahaya. Proses tersebut hanya terjadi pada tumbuhan berklorofil. Fotosintesis berlangsung melalui reaksi seperti berikut!
6CO + 6HO      energi cahaya                CH₁₂O + 6O
Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Fotosintesis berlangsun dalam dua tahapan reaksi seperti berikut.
a.       Reaksi terang
Pada reaksi terang terjadi penangkapan energi cahaya. Reaksi ini terjadi pada membran tilakoid dan menghasilkan ATP dan NADPH. Kedua senyawa tersebut akan digunakan dalam reaksi gelap.
Reaksi terang melibatkan dua jenis fotosistem, yaitu fotosistemI dan fotosistem II.
1)      Fotosistem I (P700), mengandung klorofila a yang menyerap kuat energi cahaya dengan panjang gelombang 700 nm.
2)      Fotosistem II (P680), mengandung klorofil a yang menyerap energi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm.
Pigmen-pigmen dalam fotosistem berfungsi untuk menangkap energi cahaya. Selanjutnya, energi diteruskan hingga mencapai pusat reaksi (klorofil a). Setelah itu, pusat reaksi akan melepaskan elektronnya. Ada dua macam aliran elektron, yaitu sebagai berikut.
1)      Jalur elektron siklik (fotofosforilasi siklik)
Elektron yan dilepaskan oleh fosistem I akan diterima oleh akseptor elektron. Elektron tersebut selanjutnya diteruskan ke sistem transpor elektron. Pada akhirnya elektron akan kembali ke fotosistem I lagi. Jalur tersebut hanya menghasilkan ATP. 
2)      Jalur elektron nonsiklik (fotofosforilasi nonsiklik)
Reaksi ini dimulai ketika fotosistem II menyerap energi cahaya dan melepaskan elektron. Fotosistem II selanjutnya mengambil elektron dari hasil fotolisis. Berikut merupakan reaksi fotolisis.
HO                  2H + 2e + ⅟₂O
Elektron yang dilepaskan dari fotosistem II akan diteruskan menuju sistem transpor elektron. Dalam prose tersebut akan terbentuk ATP. pada akhirnya elektron tersebut akan diterima oleh fotosistem I. Pada saat bersamaan fotosistem I juga melepaskan elektron. Selanjutnya elektron diteruskan kesistem transpor elektron. Pada akhirnya elektron akan ditangkap oleh NADP. Ion H hasil fotolisis kemudian diikat oleh NADP untuk membentuk NADPH.


b.      Reaksi gelap (siklus calvin)
Reaksi gelap berlangsung tanpa memerlukan cahaya. Reaksi ini berlangsung di dalam stroma. Reaksi ini terjadi melalui tiga tahapan berikut.
1)      Tahap fiksasi
Pada tahap ini ribolusa bifosfat (RuBp) mengikat CO untuk membentuk 3-fosfogliserat (PGA). Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
6CO + 6 RuBp   RuBp karboksilase (rubisco)       12 PGA

2)      Tahap reduksi
Pada tahap ini PGA diubah menjadi DPGA (1,3-difosfogliserat). Selanjutnya, DPGA diubah menjadi fosfogliseraldehid (PGAL atau G3P). Reaksi yang terjadi sebagai berikut.

         12 ATP      12 ADP     12 NADPH.   12 NADP 
 

12PGA                      12 DPGA                           12 PGAL

3)      Tahap regenerasi
Pada tahap ini terjadi pembentukan RuBp kembali dari PGAL. Adapun sebagaian PGAL yang lain digunakan untuk membentuk glukosa. Reaksi yangterjadi sebagai berikut.

12 PGAL                  10 PGAL            RuBp
                                    2 PGAL              glukosa


2.      Kemosintesis
Kemosintesis adalah reaksi biosintesis yang menggunakan energi dari reaksi kimia. Kemosintesis dapat dilakukan oleh beberapa bakteri, seperti bakteri belerang, bakteri besi, dan bakteri nitrifikasi. Pengubahan ini terdiri atas dua tahap dan dilakukan oleh bakteri yang berbeda, yaitu nitrosomonas atau nitrosococcus dan nitrobacter.

2NH₄⁺ + 3O               nitrosomonas       2NO₂⁻ + 4H + 2HO + 32 kalori

2NO + 3O      nitrosococcus            2NO + 32 kalori

Reaksi-reaksi kimia tersebut menghasilkan energi yang akan digunakan untuk sintesis karbohidrat dari sumber karbon anorganik. Sumber karbon yang digunakn dapt brupa  CO, CO², atau CH.
Bakteri kemosintetik yang dapat mengoksidasi sulfur adalah thiobacillus thio-oxidans. Sementara itu bakteri thiobacillus fero-oxidans dapat mengoksidasi besi.
2S + 3O + 2HO     thiobacillus thio-oxidans     2HSO + 100 kalori

Fe²    thiobacillus fero-oxidans    Fe³ + 11,3 kalori

Tidak ada komentar:

Posting Komentar