Seminar Nasional Pendidikan IPA 2016

Jumat, 23 Maret 2012

Sejarah : Organisasi Pergerakan Nasional


LAPORAN SEJARAH
ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL














Oleh:
  Bakhrul Rizky K.
   XI. A. 4 / 05


DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LUMAJANG
SEKOLAH UNGGULAN TERPADU
SMA NEGERI 2 LUMAJANG
TAHUN 2009 / 2010


KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat, inayah dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan laporan ini dengan sebaik-baiknya. Laporan ini saya susun dalam rangka memenuhi tugas sejarah, agar saya dapat mengetahui dan lebih memahami tentang Organisasi - Organisasi Pergerakan Nasional yang ada di Indonesia.
Dalam penyusunan laporan ini, saya menyadari bahwa saya tidak dapat menyelesaikannya tanpa adanya bantuan dari orang-orang disekitar saya. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu. Khususnya, kepada Bapak Shodiq selaku guru mata pelajaran sejarah dan pembimbing dalam penyusunan laporan ini.
Saya juga menyadari bahwa laporan saya ini masih sangat jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kritik dan saran sangat saya harapkan untuk perbaikan pembuatan laporan-laporan selanjutnya. Terimakasih.



Lumajang, 26 Januari 2010    
Penyusun                    


ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL

A.   BUDI UTOMO
ü  Terbentuk:
Tanggal 20 Mei 1908 di Jl. Abdulrahman Saleh No.26 Jakarta
ü  Latar belakang:
Pada tahun 1906 dan 1907, Dr. Wahidin Sudirohusodo
mengadakan perjalanan keliling pulau Jawa untuk menghimpun dana pendidikan guna mengatasi keterbelakangan dan kebodohan masyarakat Indonesia. Usaha yang ia lakukan tersebut mendapat simpati dari banyak kalangan, termasuk diantaranya Sutomo dan Gunawan Mangunkusumo yang merupakan siswa STOVIA di Jakarta, yang kemudian terbentuklah sebuah perkumpulan bernama Budi Utomo.
ü  Tujuan:
1.      Tujuan awal:
Untuk meningkatkan martabat bangsa melalui pengajaran dan kebudayaan terutama untuk suku Jawa dan Madura.
2.      Tujuan akhir yang bersifat nasional:
Mempersatukan bangsa Indonesia dan mencapai Indonesia Merdeka.
ü  Ketua / pengurus organisasi:
RT. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar.
ü  Sifat pergerakan:
Konservatif  juga Social kultural.
ü  Prinsip pergerakan:
Kooperatif, berjuang untuk mencapai kemerdekaan dengan jalan bekerjasama dengan pemerintah Belanda.
ü Dasar perjuangan:
Kebangsaan yang tinggi untuk kemajuan negara.
ü  Ruang gerak:
Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya.

B.   SAREKAT ISLAM
ü  Terbentuk:
Tanggal 10 November 1912 di Surabaya.
ü  Latar belakang:
Sebelum Sarekat Islam, berdiri Organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) di Solo pada tanggal 11 November 1911 oleh Haji Samanhudi atas dorongan RM. Tirtoadisuryo. Berdirinya SDI bertujuan membendung dominasi Cina dalam dunia perdagangan. Pasca  terjadinya Revolusi Cina yang dipimpin Dr Sun Yat Sen tahun 1911, orang-orang Cina termasuk Cina perantauan yang ada di Indonesia memberikan dukungan penuh dengan membentuk Ikatan Dagang yang beranggotakan orang-orang Cina perantauan di Indonesia dan berusaha memegang monopoli perdagangan di Indonesia. Tindakan pedagang-pedagang Cina tersebut mendapat reaksi dari pedagang-pedagang muslim, dengan membentuk Sarekat Dagang Islam, yang kemudian berganti nama menjadi Sarekat Islam dalam kongresnya pada tahun 1912.
ü  Tujuan:
1.      Memberikan bantuan kepada anggota-anggotanya yang menderita kesulitan (semacam koperasi).
2.      Memajukan pengajaran dan semua yang mempercepat naiknya derajat penduduk pribumi.
3.      Memajukan agama Islam dan menentang pendapat-pendapat yang keliru mengenai agama Islam.
ü  Ketua / pengurus organisasi:
 Haji Omar Said (HOS) Tjokroaminoto
ü  Sifat pergerakan:
Radikal
ü  Prinsip pergerakan:
Kooperatif
ü  Dasar perjuangan:
Agama
ü  Ruang gerak:
Bidang ekonomi, sosial, dan agama.

C.   INDISCHE PARTIJ
ü  Terbentuk:
Tanggal 25 Desember 1912 di Bandung.
ü  Latar belakang:
Perilaku orang Belanda asli yang menganggap rendah orang-orang keturunan Indo-Belanda di Indonesia, mendorong orang-orang keturunan Indo-Belanda membentuk perkumpulan pada tahun 1898 bernama Indische Bond dan pada tahun 1907 mendirikan Indisulinde. Namun kemudian pada tahun 1912, E. F. E Douwes Dekker mengambil prakarsa untuk membentuk partai politik bagi golongan Indo dan bercita-cita turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia kemudian mengajak Suwardi Suryaningrat dan Cipto mangunkusumo untuk bersama-sama mendirikan Indische Partij.
ü  Tujuan:
1.      Mempersatukan seluruh bangsa Indonesia
2.      Mencapai Indonesia merdeka

ü  Ketua / pengurus organisasi:
E. F. E Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat, dan Cipto Mangunkusumo
( Tiga Serangkai).
ü  Sifat pergerakan

ü  Prinsip pergerakan:
Nonkooperatif, yaitu tidak mau bekerja sama dengan pemerintahan kolonial dan hanya mau mengakui pemerintahan yang berasal dari rakyatnya sendiri.
ü  Dasar perjuangan:
Politik
ü  Ruang gerak:
Bidang politik

D.   PERHIMPUNAN INDONESIA
ü  Terbentuk:
Tahun 1908 di Den Haag, Belanda.
ü  Latar belakang:
Perhimpunan Indonesia pada mulanya bernama Indische Vereniging, yang bertujuan mengurusi kepentingan bersama para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang berada di negeri Belanda.
ü  Tujuan:
Mencapai “Indonesia Merdeka”
ü  Ketua / pengurus organisasi:
R.P. Sastrokartono, RM. Notosuroto, dan Sultan Kasayangan
ü  Sifat pergerakan:
Radikal nasionalisme
ü  Prinsip pergerakan:
Nonkooperatif, yaitu tidak mau bekerja sama dengan pemerintahan kolonial dan hanya mau mengakui pemerintahan yang berasal dari rakyatnya sendiri.
ü  Dasar perjuangan:
Nasionalisme.
ü  Ruang gerak:
Bidang Politik.






E. PARTAI KOMUNIS INDONESIA (PKI)
ü  Terbentuk:
Tanggal 23 Mei 1920.
ü  Latar belakang
Paham Marxisme pada mulanya dibawa oleh orang Belanda yang bernama H. J. F Sneevit ke Indonesia. Dan atas prakarsanya didirikanlah organisasi ISDV (Indische Sosial Democratische Vereniging)  pada tanggal 9 Mei 1914, di Semarang. Yang kemudian berhasil menyusup dalam tubuh Sarekat Islam cabang Semarang yang dipimpin oleh Semaun dan Darsono. Selanjutnya, ISDV dirubah menjadi Partai Komunis Indonesia.
ü  Tujuan:
Hanya untuk partai dan kelompoknya.
ü  Ketua / pengurus organisasi:
Semaun.
ü  Sifat pergerakan:
Radikal.
ü  Prinsip pergerakan:
Non kooperatif
ü  Dasar perjuangan:
Politik
ü Ruang gerak:
Bidang politik

F.  PARTAI NASIONAL INDONESIA (PNI)
ü  Terbentuk:
Tanggal 4 Juli 1927 di Bandung oleh Ir. Soekarno dkk.
ü  Latar belakang:
Sekembali semua tokoh PNI, yang telah menyelesaikan pendidikan di luar negeri (Belanda) ke tanah air, mereka mendesak soekarno untuk bersama-sama mendirikan PNI dengan Soekarno sebagai ketuanya.
ü  Tujuan:
Mencapai kemerdekaan Indonesia.
ü  Ketua / pengurus organisasi:
Ir. Soekarno
ü  Sifat pergerakan:
Radikal
ü  Prinsip pergerakan:
Non kooperatif

ü  Dasar perjuangan:
Perjuangan kebangsaan.
ü Ruang gerak:
Bidang politik

G.  TAMAN SISWA
ü  Terbentuk:
Tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta oleh Ki Hajar Dewantara.
ü  Latar belakang:
1.      Keterbelakangan dan kebodohan yang melanda masyarakat Indonesia.
2.      Sekolah belanda bersifat diskriminatif.
3.      Kemerdekaan akan berarti jika diisi oleh orang yang berpendidikan.
4.      Perjuangan melalui pendidikan lebih efektif dan efisien dalam memupuk nasionalisme dan patriotisme untuk mencapai kemerdekaan.
ü  Tujuan:
1.      Memajukan pendidikan bagi rakyat Indonesia dan menanamkan jiwa kebangsaan.
2.      Menanamkan jiwa kebangsaan melalui pendidikan.
3.      Mewujudkan masyarakat aman, tentram, tertib, dan damai.
ü  Usaha mencapai tujuan:
Berdasrkan 5 azas ( Pancadarma ):
1.      Azas kodrat alam
Setiap manusia punya keinginan untuk mencapai tertib hidup maka diciptakan suasana harmonis.
2.      Azas kemerdekaan
Setiap manusia mempunyai kemerdekaan untuk mengatur dirinya sendiri meliputi kebebasan berfikir, berusaha, dan perasaan tanpa tekanan dari pihak manapun.
3.      Azas kebudayaan
Pendidikan di Indonesia jangan sampai mementingkan kecerdasan semata tetapi juga berdasarkan nilai budaya.
4.      Azas kebangsaan
Pendidikan di Indonesia
5.      Azas kemanusiaan

ü  Ketua / pengurus organisasi:
Ki Hajar Dewantara
ü  Sifat pergerakan:

ü  Prinsip pergerakan:
Ing Madyu Mangun Karso, Ing Ngarso Sung Tulodho, dan tut Wuri Handhayani.
ü  Dasar perjuangan:
Pendidikan
ü Ruang gerak:
Bidang pendidikan

H.  MUHAMMADIYAH
ü  Terbentuk:
Tanggal 16 November 1912 di Yogyakarta.
ü  Latar belakang:
Gerakan pembaharuan Islam di Mesir yang dipelopori oleh Syekh Muhammad Abduh.
ü  Tujuan:
1.      Memajukan pengajaran berdasarkan agama Islam
2.      Memperluas pengertian ilmu agama dan menaati peraturan-peraturan agama berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits
ü  Ketua / pengurus organisasi:

ü  Sifat pergerakan:

ü  Prinsip pergerakan:


ü  Dasar perjuangan:
Agama.
ü Ruang gerak:
Bidang agama dan social

I.   NADHLATUL ULAMA (NU)
ü  Terbentuk:
Tanggal 31 januari 1926 di Surabaya.
ü  Latar belakang:
Keinginan K.H. Hasjim Asyari, seorang pemimpin pesantren di Jombang, untuk mendirikan sebuah organisasi keagamaan. Yang kemudian terwujud setelah ia mengajak K.H. Bisri Syamsuri dan K.H. Wahab Chasbullah.
ü  Tujuan:
1.      Memajukan pengajaran berdasarkan agam Islam
2.      Memperluas pengertian ilmu agama dan menaati peraturan-peraturan agama berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadis
ü  Ketua / pengurus organisasi:
K.H. Hasjim Asyari, K.H. Bisri Syamsuri, dan K.H. Wahab Chasbullah.
ü  Sifat pergerakan:

ü  Prinsip pergerakan:

ü  Dasar perjuangan:
Agama
ü  Ruang gerak:
Bidang agama dan social

J.  TRI KORO DARMO
ü  Terbentuk:
Tahun 1915 di Jakarta.
ü  Latar belakang:

ü  Tujuan:
Untuk menambah pengetahuan umum dan  mempalajari serta mendalami segala bahasa dan budaya bagi anggota-anggotanya.
ü  Ketua / pengurus organisasi:
R. Satiman, Wiriosanjoyo, Kadarman, dan Sunardi
ü  Sifat pergerakan:

ü  Prinsip pergerakan:

ü  Dasar perjuangan:
Budaya
ü  Ruang gerak:
Bidang sosial dan budaya

K.  JONG SUMATRANEN BOND
ü  Terbentuk:
Tahun 1915 di Jakarta.
ü  Latar belakang:

ü  Tujuan:
1.      Memperkokoh hubungan antarpemuda pelajar asal Sumatera.
2.      Menanamkan kesadaran menyongsong kemerdekaan di kemudian hari kepada anggota-anggotanya.
ü  Ketua / pengurus organisasi:
M. Hatta dan M. Yamin
ü  Sifat pergerakan:

ü  Prinsip pergerakan:

ü  Dasar perjuangan:

ü  Ruang gerak:


L. PERHIMPUNAN PELAJAR-PELAJAR INDONESIA
ü  Terbentuk:
Tahun 1925 di Jakarta.
ü  Latar belakang:
Para mahasiswa Bandung dan Jakarta menyadari bahwa untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, harus ada persatuan dan kesatuan. Yang berartinya, organisasi-organisasi pemuda sebelumnya yang bersifat kedaerahan harus lenyap dan melebur dalah wadah yang sama. Akhirnya, mereka membentuk suatu organisasi yang bernama Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia.
ü  Tujuan:
Memperjuangkan Indonesia merdeka.
ü  Ketua / pengurus organisasi:
Abdullah Sigit, Sugondo, dan Suwiryo.
ü  Sifat pergerakan:
Anti imperialisme
ü  Prinsip pergerakan:

ü  Dasar perjuangan:

ü  Ruang gerak:
 
N.   PERMUFAKATAN PERHIMPUNAN POLITIK KEBANGSAAN INDONESIA (PPPKI)
ü  Terbentuk:
Tanggal 17 Desember 1927 di Bandung.
ü  Latar belakang:
Keinginan Ir. Soekarno menyatukan berbagai organisasi pergerakan Nasional, seperti: PNI, Algemen Studie Club, Partai Serikat Islam, Budi Utomo, Pasundan, Sarekat Sumatera, kaum Betawi, dan Indonesche Studie Club menjadi sebuah organisasi.
ü  Tujuan:
1.          Menyamakan arah aksi kebangsaan dan  melakukan kerjasama dalam perjuangan
2.         Menghindari perselisihan antar anggota yang akan memperlemah perjuangan
ü  Ketua / pengurus organisasi:
Ir. Soekarno
ü  Sifat pergerakan:


ü  Prinsip pergerakan:

ü  Dasar perjuangan:

ü  Ruang gerak:
Bidang politik





           
O.  PARTAI INDONESIA RAYA (PARINDRA)
ü  Terbentuk:
Tanggal 25 Desember 1935 di Surabaya.
ü  Latar belakang:
Dr. Sutonmo dan Muh. Husni Tamrin ingin menyatukan berbagai organisasi pergerakan Nasional, seperti: Budi Utomo, Sarekat Madura, Sarekat Ambon, Sarekat Betawi, Sarekat Selebes, Sarekat Sumatra, Persatuan Bangsa Indonesia, Tirtayasa Banten.
ü  Tujuan:
Mewujudkan “Indonesia Raya”.
ü  Ketua / pengurus organisasi:

ü  Sifat pergerakan:

ü  Prinsip pergerakan:
Kooperatif Isidentil.
ü  Dasar perjuangan:
Persatuan
ü  Ruang gerak:
Bidang Ekonomi dan Sosial
 
P.GABUNGAN POLITIK INDONESIA (GAPI)
ü  Terbentuk:  
Tanggal 23 Mei 1939 di Jakarta.
ü  Latar belakang:
Muh. Husni Tamrin dan Abi Kusno Tjokrosuroyo menggabungkan berbagai partai politik di indonesia, seperti: Parindra, Gerindo, PSII, Persatuan Partai Katolik, Persatuan Pasundan, dan Persatuan Minahasa menjadi suatu organisasi (GAPI).
ü  Tujuan:
Menggalang persatuan nasional dari organisasi politik di Indonesia.
ü  Ketua / pengurus organisasi:

ü  Sifat pergerakan:

ü  Prinsip pergerakan:

ü  Dasar perjuangan:
Persatuan.
ü  Ruang gerak:
Bidang Politik
Q.  MAJELIS ISLAM A’LAA INDONESIA (MIAI)
ü  Terbentuk:
Tanggal 31 September 1937 di Surabaya.
ü  Latar belakang:
Berbagai organisasi Islam di seluruh Indonesia bergabung menjadi satu dalam organisasi bernama MIAI.
ü  Tujuan:
1.  Membicarakan dan memutuskan soal-soal kemaslahatan umat dan agama Islam.
2.  Menggalang persatuan kaum Muslimin di tanah air dan seluruh dunia.
3.  Berusaha menyelesaikan pertikaian antar umat Islam secara damai.
ü  Ketua / pengurus organisasi:
K. H. Wahid Hasyim
ü  Sifat pergerakan:

ü  Prinsip pergerakan:

ü  Dasar perjuangan:

ü  Ruang gerak:
Bidang Agama, Sosial, dan Politik

2 komentar: