Seminar Nasional Pendidikan IPA 2016

Kamis, 05 Juli 2012

Biologi : Konsep Dasar Biologi #5

Cabang-cabang Biologi beserta objek yang dipelajari adalah sebagai berikut:
Cabang Biologi
Objek yang dipelajari
Anatomi
Susunan bagian dalam tubuh makhluk hidup
Bakteriologi
Bakteri
Botani
Tumbuhan
Ekologi
Organisme dan lingkungannya
Embriologi
Perkembangan makhluk hidup dari telur hingga individu dewasa
Entomologi
Serangga
Evolusi
Perkembangan makhluk hidup dari sederhana menuju arah yang sempurna
Fisiologi
Segala proses kegiatan yang ada dalam tubuh
Genetika
Sifat keturunan atau pewarisan sifat
Higiene
Kesehatan dan kebersihan lingkungan
Histologi
Jaringan mikroskopis
Holtikultura
Seluk beluk tanaman pangan termasuk cara memperoleh bibit unggul
Ichthyologi
Ikan
Imunologi
Kekebalan
Kriptogamae
Seluk beluk tumbuhan yang berspora (tidak berbunga)
Mammalogi
Hewan menyusui (Mammalia)
Mikologi
Jamur
Mikrobiologi
Organisme berukuran mikroskopik
Morfologi
Bentuk luar tubuh makhluk hidup
Organologi
Organ
Ornitologi
Burung (aves)
Paleontologi
Makhluk hidup pada masa lampau dilihat dari fosil-fosilnya
Parasitologi
Makhluk hidup yang bersifat parasit dan pengaruhnya terhadap tubuh makhluk hidup
Patologi
Penyakit dan pengaruhnya bagi kehidupan organisme
Phanerogamae
Tumbuhan berbunga
Sanitasi
Pengelolaan kesehatan dan kebersihab lingkungan
Sitologi
Fungsi dan susuan sel
Taksonomi
Cara penggolongan makhluk hidup sesuai dengan sifat-sifatnya
Teratologi
Kecacatan janin dalam kandungan
Virologi
Virus
Zoologi
Hewan

Biologi sebagai ilmu pengetahuan yang senantiasa berkembang dapat diibaratkan sebagai pohon yang makin tumbuh besar sehingga muncul cabang, anak cabang, ranting, dan seterusnya. Hal ini dikarenakan manusia memiliki rasa keingintahuan yang besar. Selain itu, kemajuan ilmu pengetahuan lainnya, seperti kimia, fisika, dan teknologi menunjang perkembangan biologi.

Biologi : Konsep Dasar Biologi #4

 C.    Cara Mempelajari Biologi

Kajian dan persoalan Biologi sangat luas, terbentang mulai dari tingkat molekul hingga bioma. Untuk mempermudah mempelajari kajiannya, Biologi dipilah-pilah menjadi cabang-cabang ilmu. Setiap cabang ilmu mengkhususkan bahasannya pada objek tertentu saja. Dari tiap cabang ilmu muncul lagi cabang-cabang ilmu yang makin spesifik.
Beberapa pembagian cabang-cabang ilmu Biologi adalah sebagai berikut:
1.      Berdasarkan pada satu objek
a.       Zoologi
b.      Botani
c.       Mikologi
d.      Mikrobiologi
e.       Virologi
2.      Berdasarkan pada persoalannya
a.       Ekologi
b.      Toksikologi
c.       Taksonomi
d.      Biologi reproduksi
e.       Teratologi
3.      Berdasarkan pada tingkat organisasi kehidupan
a.       Sitologi
b.      Histologi
c.       Organologi
d.      Biologi populasi
e.       Biologi molekuler
f.       Genetika populasi
4.      Biologi terapan untuk meningkatkan kesejahteran manusia
a.       Kedokteran
b.      Gizi dan higiene
c.       Pertanian
d.      Peternakan
e.       Perikanan
f.       Bioteknologi

Biologi : Konsep Dasar Biologi #3

3.      Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan
Organisasi tingkat ini tidak dimiliki oleh organisme uniseluler, tetapi hanya dimiliki oleh organisme multiseluler. Hal ini disebabkan seluruh aktivitas hidup pada organisme uniseluler dilakukan oleh sel itu sendiri. Adapun aktivitas organisme multiseluler dilakukan oleh banyak sel yang terorganisasi secara teratur dan saling berhubungan.
Jaringan pada organisme tingkat tinggi dan manusia dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Sementara itu, jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen.
Salah satu contoh jaringan pada hewan dan manusia adalah jaringan saraf. Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf (neuron). Jaringan ini berfungsi untuk mengantarkan impuls. Adapun contoh jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan floem. Jaringan ini terdiri atas sel-sel floem yang bertugas untuk mengedarkan hasil fotosintesis dari dau ke seluruh tubuh tumbuhan.

4.      Organisasi Kehidupan Tingkat Organ dan Sistem Organ
Berbagai jaringan yang terdapat pada hewan maupun tumbuhan bergabung untuk melaksanakan suatu fungsi tertentu. Kumpulan beberapa jaringan tersebut dinamakan organ. Contoh organ pada hewan dan manusia adalah usus, jantung, paru-paru, hati, lambung, mata, dan hidung. Sedangkan organ pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri atas akar, batang, daun, bunga, dan buah. Setiap organ menjalankan fungsinya sendiri-sendiri. Namun, antara organ yang satu dengan yang lain ternyata saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Misalnya, jantung pada hewan tingkat tinggi membutuhkan energi dan oksigen sebagai bahan bakar untuk memompa darah. Energi tersebut diperoleh dari makanan yang dicerna oleh lambung dan diserap oleh usus, kemudian diangkut oleh darah. Adapun oksigen diperoleh dari paru-paru yang juga diangkut oleh darah.
Suatu organ akan bekerja sama dengan organ-organ yang lain untuk menjalankan fungsinya. Hal ini menyebabkan timbulnya pengelompokkan kerja bagi organ-organ yang mempunyai suatu fungsi khusus atau sistem organ. Sistem organ adalah kumpulan organ dengan sistem tertentu untuk melaksanakan fungsi hidup tertentu. Posisi sebagai organ tersebut disesuaikan dengan fungsinya sebagai pembentuk sistem organ tertentu.
Sebagai contoh, hati terletak di rongga perut dekat lambung, pankreas, dan usus. Organ-organ tersebut aling berhubungan dan membentuk sistem pencernaan. Adapun paru-paru terletak di rongga dada berhubungan dengan trakea. Trakea berhubungan dengan hidung. Organ-organ ini saling berinteraksi dan berfungsi dalam sistem pernapasan.
5.      Organisasi Kehidupan Tingkat Individu dan Populasi
Seluruh sitem organ pada suatu makhluk hidup saling berinteraksi dan saling mempengaruhi sehingga membentuk satu tubuh yang dikenal dengan istilah individu. Individu adalah satu organisme yang tubuhnya tersusun atas berbagai sistem organ yang saling berhubungan. Contoh individu adalah seekor ayam, seekor sapi, seekor kambing, seekor kucing, dan sebatang pohon rambutan. Individu tinggal di suatu tempat yang disebut habitat. Di habitatnya, individu hidup bersama dengan individu lainnya, baik yang jenisnya samamaupun berbeda. Individu-individu dikatakan sejenis atau satu spesies jika mampu melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil.
Sedangkan populasi adalah kumpulan individu sejenis yang secara bersama menempati suatu habitat. Berbagai populasi yang tinggal bersama (intraspesies) maupun antara jenis yang berbeda (antarspesies) membentuk komunitas. Contoh komunitas adalah sepetak sawah, sebuah kolam ikan, sebidang kebun, dan halaman sekolah. Dalam masing-masing contoh tersebut terdapat berbagai macam spesies, baik hewan maupun tumbuhan.
6.      Organisasi Kehidupan Tingkat Ekositem dan Bioma
Ekosistem diartikan sebagai hubungan timbale balik atai interaksi antara orgaisme dengan komponen abiotiknya. Adapun definisi ekosistem yang lebih tepat adalah tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup interaksi antara organisme dan lingkungan tak hidup. Contohnya adalah ekosistem sawah.
Komponan biotik adalah komponen yang berupa makhluk hidup (produsen, konsumen, detritivor, dan pengurai). Adapun komponen abiotik adalah komponen yang berupa benda tak hidup (air, tanah, udara, cahaya, matahari, pH, suhu, angin, dan iklim). Antara kedua komponen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain. Namun, ada komponen abiotik yang tidak dapat dipengaruhi oleh komponen biotik. Komponen tersebut adalah iklim regional atau iklim suatu tempat di permukaan bumi. Iklim regional ini dapat menetukan jenis bioma.
Bioma adalah kumpulan spesies (terutama tumbuhan) yang mendiami tempat tertentu di bumi dan tergantug pad iklim regionalnya. Bioma dicirikan oleh vegetasi tertentu yang dominan dan langsung terlihat jelas di tempat tersebut. Oleh karena itu, bioma umumnya diberi nama berdasarkan tumbuha yang dominan di daerah tersebut. Di permukaan bumi ini, bioma dikelompokkan menjadi tujuh macam, yaitu gurun, padang rumput, sabana, hutan hujan tropis, hutan gugur, taiga, dan tundra. Seluruh bioma tersebut berinteraksi membentuk biosfer.

Biologi : Konsep Dasar Biologi #2

 B.    Organisasi Kehidupan

Kajian dalam Biologi dipilah-pilah menurut tingkatan organisasi kehidupan, tingkatan tersebut dimulai dari tingkatan molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, hingga tingkatan bioma. Antartingkatan organisasi kehidupan tersebut saling berhubungan dan masing-masing memiliki karakteristik tertentu.
Berdasarkan struktur keilmuan menurut BSCS (Biological Science Curricullum Study, Mayer 1980) bahwa ruang lingkup biologi meliputi obyek biologi berupa kingdom (plantae, animalia, protista, fungi, archebacteria, eubacteria). Ditinjau dari tingkat molekul (virus) - sel (protozoa, bakteri dan tumbuhan unisel) – jaringan (porifera & coelenterata) - organ (hati, ginjal, dll) - sistem organ (sistem sirkulasi, sistem transportasi, dll) - individu (manusia) – populasi (kumpulan individu yang sama di daerah yang sama) – komunitas (kumpulan beberapa populasi) – ekosistem (kumpulan beberapa komunitas) – biosfer (kumpulan bebrapa ekosistem).
1.      Organisasi Kehidupan Tingkat Molekul
Salah satu ciri paling khas pada organisme adalah tubuhnya tersusun atas molekul organik. Molekul organik adalah molekul yang mengandung atom karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Atom-atom tersebut saling berikatan membentuk molekul. Molekul organik ini terdiri atas empat golongan, yaitu lipid, karbohidrat, protein, dan asam nukleat.
a.       Lipid, tersusun atas sejumlah besar atom karbon, hidrogen, oksigen, serta kadang kala ditambah nitrogen (N) dan fosfor (P). Di dalam sel terdapat tiga jenis lipid, yaitu lemak, fosfolipid, dan steroid. Lemak merupakan sumber cadangan energi bagi organisme. Fosfolipid merupakan bagian penting penyusun membrane sel. Steroid, misalnya kolesterol merupakan bahan baku pembuatan garam-garam empedu, vitamin D, serta beberapa hormone (estrogen, progesteron, dan testosterone).
b.      Karbohidrat, tersusun atas atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida atau gula sederhana mengandung tiga sampai tujuh atom karbon. Anggotanya adalah glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Adapun disakarida terdiri atas dua molekul monosakarida. Anggotamya adalah maltosa, sukrosa, dan laktosa. Sementara itu, polisakarida merupakan bentuk polimer panjang dari monosakarida. Contohnya adalah pati dan selulosa.
c.       Protein, mencapai 50% dari berat kering organisme. Molekul ini tersusun atas atom karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Namun, kadang-kadang disertai atom sulfur (S) dan fosfor. Protein berfungsi sebagai enzim, sumber energi, pengangkutan materi melalui peredaran darah, dan persediaan makanan. Protein juga merupakan bahan untuk perbaikan, pertumbuhan, dan pemeliharaan struktur sel.
d.      Asam nukleat, berfungsi untuk membawa informasi genetik pada organisme. Ada dua golongan besar asam nukleat, yaitu Dioxibrido Nucleic Acid (DNA) dan Ribo Nucleic Acid (RNA). Kedua asam ini adalah polimer linier yang tidak bercabang dengan nukleotida sebagai monomernya. Satu nukleotida tersusun atas satu gugus fosfat, satu basa nitrogen, dan satu gula berkarbon lima yaitu deoksiribosa atau ribosa.
2.      Organisasi Kehidupan Tingkat Sel

Biologi : Konsep Dasar Biologi #1



MAKALAH BIOLOGI

KONSEP-KONSEP DASAR BIOLOGI





Oleh :
Kelompok I
Kelas B/Offering B
Ana Ma’rifatun                     (110321406358)
Rendik Dwi Purwowidodo   (110321419532)
Risa Indah                             (110321419530)




JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

            TAHUN 2011





PEMBAHASAN



A.    Biologi Sebagai Ilmu

Di antara makhluk hidup, manusia memiliki derajat lebih tinggi. Ia memiliki sifat “ingin tahu“ yang berasal dari akal budinya. Kemampuan itu tidak dimiliki makhluk hidup lain (seperti hewan dan tumbuhan). Sifat keingintahuan manusia adalah ingin tahu lebih banyak akan segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya. Sifat ini mendorong manusia untuk melakukan penelitian. Dengan penelitian tersebut, manusia dapat menjawab ketidaktahuan serta mampu memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
Seiring dengan perkembangan zaman, sifat keingintahuan manusia semakin berkembang. Hal itu dilakukan dengan cara mempelajari, mengadakan pengamatan dan penyelidikan untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya tentang makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan serta alam sekitarnya. Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup disebut biologi atau ilmu hayat.
Biologi merupakan suatu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau lebih dikenal dengan istilah sains yang mempelajari objek berupa makhluk hidup dan gejala-gejala yang ditimbulkan. Objek Biologi, antara lain tumbuhan, hewan, dan manusia. Setiap makhluk hidup memunculkan fenomena/gejala kehidupan yang struktural maupun fungsional. Gejala struktural adalah gejala yang terdapat dan melekat pada makhlu hidup, sedangkan gejala fungsional adalah kejadian yang terjadi pada objek atau sebagai akibat dari kehidupan.
            Karakteristik Biologi terletak pada 3 aspek, yaitu:

Rabu, 04 Juli 2012

BIK : Perusakan Lingkungan sebagai Tindak Kekerasan


Bahasa Indonesia Keilmuan

Perusakan Lingkungan sebagai Tindak Kekerasan

Oleh : Bakhrul Rizky K. ( BB / 110321406354 )
Berawal dari peristiwa eksploitasi kekayaan alam yang tidak menyejahterakan masyarakat setempat, sehingga masyarakat berdemonstrasi, kemudian terjadi konflik fisik antara masyarakat dan aparat keamanan. Ketika muncul pertanyaan, “Manakah yang termasuk tindak kekerasan?” Banyak orang dengan mudah akan menjawab bahwa konflik fisik tersebut merupakan tindak kekerasan, sedangkan eksplorasi kekayaan alam seperti itu hanya dilihat sebagai kesalahan kebijakan oknum terkait.
Kekerasan seringkali dipahami secara sempit sebagai perilaku satu manusia terhadap manusia lain atau sekelompok manusia terhadap manusia lain untuk mempertahankan kekuasaan atau eksistensi manusia atau kelompok manusia tersebut, sedangkan kekerasan terhadap alam atau lingkungan hidup tidak dianggap sebagai kekerasan. Jika kekerasan hanya dipahami dalam sudut pandang yang sempit seperti itu, maka perusakan lingkungan hidup tidak akan pernah dipandang sebagai tindakan yang mengancam keselamatan manusia.
Keselamatan manusia pada masa mendatang hanya menjadi sesuatu yang diasumsikan, diangankan, atau diandaikan terjadi. Ia hanya ilusi. Bukan sesuatu yang dipastikan terwujud. Sebab, masa depan sejatinya merupakan sesuatu yang belum pasti. Kepastian hanya ada pada masa kini atau bahkan hari ini. Oleh karena itulah, apa yang bisa diperoleh atau dinikmati dari alam harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan manusia pada masa kini atau bahkan hari ini tanpa peduli apakah prioritas tersebut akan mengancam keselamatan generasi penerus atau tidak. Yang terpenting, manusia masa kini atau hari ini selamat. Sebab, tanpa masa kini atau hari ini, tidak akan ada masa depan.

Jumat, 06 April 2012

Asmara : Makna di Balik Kata

Makna di Balik Kata

Klo bicara tentang hubungan, pasti gak akan terlepas dari permainan kata. Siapa yang ahli memainkan kata , maka ia akan mampu membuat pasangannya melayang. Namun terkadang semuanya ga kan berjalan sesuai rencana. Tau gak knapa??
karena kita kurang PEKA.
Tak dapat dipungkiri dalam hubungan yang kita jalani, pasti kita ingin menjaga perasaan orang yang kita sayang. Namun kita harus ingat bahwa dia juga akan melakukan hal yang sama. Hingga seringkali apa yang dia katakan tidaklah sama dengan apa yang dia rasakan. Bahkan mungkin dibalik senyumnya, ada tangisnya.
Solusi?? Terbuka!!
Namun ini tidaklah semudah menekan tombol tuts T-E-R-B-U-K-A yang ada di keyboard. Terlebih lagi dari pihak cewek itu sendiri. Da yang tersinggung?? (pasti cewek). Sudahlah gak usah berdebat, bukankah cewek tu makhluk ang ingin dimengerti? dan karena itulah seringkali mereka tak mengungkapkan secera langsung apa yg mereka rasakan. Mereka lebih suka menggunakan kata lain sebagai penggantinya.
Percaya ato gak, coba periksa kata ini:

  1. "cie"...
    Sudah sering dengarkan?! Ntah itu daripasangan ato dari teman dekat. Tapi seringkali dibalik kata "cie" itu ada kecemburuan. So tu dapat dijadiin signal klo doi lagi jealous ato gebetan mulai da rasa tuh.
  2. "gak pa pa (gpp) "
    Pertanda baik nih klo diucapin + senyum manis. pi gimana klo gak?? Apa lagi klo lewat sms, pasti bingung, "apa beneran gpp?" Bisa saja kata ini bermakna lain. Karena seringkali dibalik kata ini bermakna sebaliknya. it means "ada masalah". So ini adalah signal yang pas wad nunjukin perhatian lebih ke doi ato gebetan. be the right person at the right time.
  3. "ya udah.."
    Terdengar indah klo pake nada ikhlas kan?? tapi sebenarnya dibalik kata "ya udah", ada kekecewaan. Saran nih, jadi lebih baik g usah dilakuin deh. Ga k inginkan si doi kecewa?? pa lagi bikin gebetan ilfeel (ilang feeling)?
So berhubung cowok yang harus aktif, cowok tu harus berpikir minimal 2x. Ok guys?! just take care of her word.

By : Kurniawan