Minggu, 29 Juli 2012
IT : BlackBerry vs Android
BlackBerry vs Android
1. Performance
-BlackBerry:
Cepat dan stabil. Tapi kadang terjadi phone-hang yang mengharuskan Anda mengeluarkan baterai
dari tempatnya dan yang paling menyebalkan adalah proses re-boot: 3-8 menit!
- Android: Sangat cepat.
Belum ada keluhan tentang phone-hang yang mengharuskan baterai keluar dari tempatnya, kecuali
jika ingin ganti SIM card. Proses re-boot berlangsung cepat.
2. Baterai
- BlackBerry:
Umur baterai BB memang luar biasa. Ya, wajar saja karena BB tidak banyak melakukan proses
berbagai aplikasi seperti pada Android.
- Android:
Tergolong boros, tapi kadang bisa sampai satu hari. Tapi harus diingat bahwa ponsel Android
memakai baterai untuk BANYAK hal. Contohnya jika Anda memakai ponsel Android untuk
brwosing web atau nonton video sampai 1 jam, pastinya itu membutuhkan daya baterai lebih. Dan,
bisakah BlackBerry melakukan hal yang sama selama itu?
3. Email
Jumat, 06 Juli 2012
Biologi : Transpor Melalui Membran
Transpor Melalui Membran
Setiap sel yang hidup harus selalu memasukkan materi yang diperlukan dan membuang sisa-sisa metabolismenya. Untuk mempertahankan konsentrasi ion-ion di dalam sitoplasma, sel juga selalu memasukkan dan mengeluarkan ion-ion tertentu. Pengaturan keluar masuknya materi dari dan menuju ke dalam sel sangat dipengaruhi oleh permeabilitas membran.
Bagian dalam lapisan lipid bilayer bersifat hidrofobik, sehingga tidak dapat ditembus oleh molekul-molekul polar dan substansi yang larut dalam air. Transpor materi-materi yang larut dalam air dan bermuatan diperankan oleh protein integral membran.
Fungsi membran sel antara lainsebagai pengatur keluar masuknya zat. Pengaturan itu memungkinkan sel untuk memperoleh pH yang sesuai, dan konsentrasi zat-zat menjadi terkendali. Sel juga dapat memperoleh masukan zat-zat dan ion-ion yang diperlukan serta membuang zat-zat yang tidak diperlukan. Bagaimana selapis membran dapat melakukan pengontrolan yang demikian penting itu? Semua pengontrolan itu bergantung pada transpor lewat membran.
Perpindahan molekul atau ion melewati membran ada dua macam, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.
a.Transpor Pasif
Perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi sel. Perpindahan molekul tersebut terjadi secara spontan, dari konsentrasi tinggi ke rendah. Jadi perjalanan itu terjadi secara spontan. Contoh transpor pasif adalah difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi.
1. Difusi
Difusi adalah penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke konsentrasi rendah, tanpa menggunakan energi. Secara spontan, molekul zat dapat berdifusi hingga dicapai kerapatan molekul yang sama dalam suatu ruangan. Sebagai contoh, setetes parfum akan menyebar ke seluruh ruangan (difusi gas dalam medium udara). Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh volume air di gelasmeskipun tanpa diaduk (difusi zat padat dalam medium air), hingga kerapatan zat tersebut merata.
Konsentrasi air dalam air murni adalah 100%, sedangkan dalam larutan konsentrasinya kurang dari 100%. Zat terlarut menurunkan konsentrasi air, sedangkan air sebaliknya menurunkan konsentrasi zat terlarut. Misalnya jika ada 50 ml air murni (A) dicampur dengan 50 ml larutan gula 50% (B). Sebut saja larutan yang terbentuk itu C. Pada saat terjadinya larutan campuran C, maka akan terjadi difusi air dari daerah dengan konsentrasi air yang tinggi (A) ke daerah dengan konsentrasi air yang rendah (B). Sebaliknya, partikel gula akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi gula tinggi (larutan B) ke daerah dengan konsentrasi gula rendah (A).Larutan C akhirnya menjadi larutan yang homogen dengan konsentrasi larutan gua 25%.
Molekul atau zat dapat mengalami difusi keluar masuk sel, dari kerapatan tinggi ke kerapatan nol atau rendah. Dengan demikian zat tersebut dapat “diangkut” keluar masuk sel tanpa menggunakan energi. Hal itu tentu sangat menguntungkan sel.
2.Osmosis
Biologi : Sintesis Protein
Sintesis Protein
Sintesis
protein menggunakan kombinasi berbagai jenis asam amino untuk menghasilkan
beragam jenis protein yang berbeda. Jenis protein yang disintesis bergantung
pada kode tertentu,berupa urutan basa DNA .Jenis asam nukleat yang lain, yaitu
RNA diperlukan untuk meletakkan protein bersama-sama.
Proses
sintesis protein terdiri atas dua tahap, yaitu trankripsi dan translasi.
a.Transkripsi
Transkripsi
adalah proses pemindahan informasi genetika dari ruas DNA ke dalam molekul RNA.
Transkripsi dilakukan dengan cara pembentukan RNAd oleh DNA.Utas DNA digunakan
sebagai cetakan atau pola sintesis.
Proses tersebut terjadi di dalam nukleus dan dibantu oleh katalisator berupa
enzim polimerase RNA yang berperan sebagai enzim transkriptase. Enzim
polimerase RNA berfungsi untuk memb uka pilinan heliks ganda DNA pada titik
awal transkripsi dan memulihkan kembali pilinan heliks ganda.Nukleotida RNA di
dalam ikatan nukleoplasma melengkapi basa-basa pada salah satu dari dua rantai
DNA. Molekul-molekul gula RNA berikatan dengan kelompok fosfat RNA membentuk
rantai tunggal RNAd. Kode basa RNAd disalin di atas rantai DNA. Setiap
kombinasi tiga basa pada bergerak dalam
sitoplasma.
Transkripsi
terdiri dari tiga tahap ,yaitu:
1.Inisiasi
(Permulaan)
Inisiasi
dimulai dari promoter.Promoter yaitu daerah DNA tempat melekatnya RNA
polimerase. Suatu promoter mencakup titik awal (start point ) transkripsi yaitu
adanya nukleotida yang menunjukkan dimulainya sintesis protein (kodon start).
Promoter berfungsi untuk menentukan tempat dimulainya transkripsi dan
menentukan satu rantai DNA yang akan digunakan sebagai cetakan.
Gambar untuk tahap
inisiasi pada transkripsi :
2.Elongasi
(Pemanjangan)
Biologi : Metabolisme Sel #2
b. Respirasi
anaerob
Respirasi anaerob
adalah proses penguraian senyawa organik yang menghasilkan energi tanpa
menggunakan oksigen sebagai akseptor terakhirnya. Yang termasuk kedalam
respirasi anaerob, yaitu fermentasi.
Fermentasi
Fermentasi terjadi pada
organisme tingkat tinggi. Fermentasi terdiri dari dua tahap, yaitu tahap
glikolisis dan pembentukan NAD⁺.
Pada proses tersebut asam piruvat hasil glikolisis tidak diubah menjadi asetil
Co-A. Namun, senyawa tersebut akan direduksi menjadi senyawa lain dengan
bantuan NADH. Dalam fermentasi satu molekul glukosa akan menghasilkan 2 ATP.
Fermentasi dapat dibedakan menjadi dua macam berikut.
1) Fermentasi
asam laktat
Fermentasi asam laktat
terjadi pada sel-sel otot. Proses tersebut menggunakan bahan baku berupa asam
piruvat. Hasil dari proses tersebut berupa asam laktat dan ATP. Timbunan dari
asam laktat yang berlebihan dapat menyebabkan otot terasa lelah dan nyeri.
Berikut reaksi dari fermentasi asam laktat.
2NAD⁺
2 asam laktat
2) Fermentasi
alkohol
Fermentasi alkohol
dapat terjadi pada khamir atau yeast. Proses tersebut menggunakan bahan baku
asam piruvat. Hasil dari proses tersebut berupa etanol, CO₂,
dan ATP. Berikut reaksi dari fermentasi alkohol.
2NAD⁺
2 etanol
Anabolisme
Anabolisme
merupakan reaksi penyusunan senyawa-senyawa kompleks dari senyawa-senyawa
sederhana, misalnya sintesis asam lemak, sintesis asam amino, atau sintesis
berbagai metabolik lainnya. Berdasarkan tingkat energi yang dipakai, reaksi
anabolisme dibedakan menjadi fotosintesis dan kemosintesis. Fotosintesis
menggunakan energi cahaya sebagai sumber energi, sedangkan sumber energi untuk
kemosintesis adalah energi kimia.
1. Fotosintesis
Biologi : Metabolisme Sel #1
Metabolisme
Sel
Metabolisme merupakan rangkaian reaksi kimia yang
diawali oleh substrat awal dan diakhiri oleh produk akhir. Berbeda dengan
reaksi kimia pada umumnya, reaksi kimia yang terjadi di dalam sel tidak
bersifat bolak-balik, melainkan berjalan ke satu arah. Setiap produk suatu
reaksi menjadi reaktan bagi reaksi berikutnya., sampai produk akhir dari suatu
jalur metabolisme terbentuk.
Metabolisme
meliputi proses anabolisme dan proses katabolisme. Katabolisme adalah rangkaian
reaksi kimia yang bertujuan menguraikan senyawa kompleks menjadi senyawa
sederhana. Anabolisme adalah rangkaian reaksi kimia yang bertujuan untuk
penyusunan senyawa sedehana menjadi senyawa kompleks.
Katabolisme
Sebelum
diserap oleh usus halus, bahan-bahan makanan harus dipecah menjadi
molekul-molekul yang lebih sederhana. Sebagai contoh, bahan makanan yang
mengandung karbohidrat harus dipecah menjadi molekul-molekul glukosa,
bahan-bahan makanan yang mengandung protein harus dipecah menjadi molekul asam
amino, dsb.
1) Respirasi
Respirasi
merupakan proses oksidasi biologis yang menggunakan oksigen sebagai akseptor
elektron terakhirnya. Dalam proses ini elektron direduksi menjadi H₂O.
Elektron dan oksigen yang bebas mula-mula ditangkap oleh NAD menjadi NADH₂,
tetapi selanjutnya atom hidrogen dan elektron diberikan kepada oksigen melalui
sistem transpor elektron sehingga dihasilkan kembali NAD dan H₂O.
Ada dua jenis respirasi, yaitu respirasi aero dan respirai anaerob.
a. Respirasi
aerob
Respirasi aerob adalah
proses penguraian senyawa organik untuk memperoleh energi dengan menggunakan
oksigen sebagai akseptor terakhirnya. Secara singkat reaksi yang terjadi [ada
respirasi aerob adalah sebagai berikut:
Tahap-tahap respirasi aerob yang dilalui oleh
molekul glukosa di dalam sel.
1) Glikolisis
Biologi : Struktur dan Fungsi Bagian-bagian Sel #2
1. Strutur
Sel Eukariotik
Semua
sel eukariotik memiliki membran inti, sedangkan sel prokariotik tidak. Selain
itu, sel eukariotik memiliki sistem endomembran, yakni memiliki organel-organel
bermembran seperti retikulum endoplasma, kompleks Golgi, mitikondria, dan
lisosom. Sel eukariotik juga memiliki sentriol.
Berikut
akan dibahas mengenai struktur sel eukariotik yang meliputi membran plasma,
sitoplasma, nukleus, sentriol, retikulum endoplasma, ribosom, kompleks Golgi,
mitokondria, lisosom, badan mikro, dan sitoskeleton.
a. Mebran
Plasma
Mebran plasma merupakan
bagian terluar sel yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan luar.
Membran plasma merupakan selaput selektif permeable, artinya hanya dapat
dilalui molekul-molekul tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan
berbagai ion. Membran plasma tersusun atas molekul lipid dan protein. Membran
plasma terdiri atas dua lapisan, yaitu berupa lapisan lipid rangkap dua (lipid
bilayer). Lapisan lipid terdiri atas fosfolipid, gligolipid, sterol.
1) Fosfolipid,
yaitu lipid yang bersenyawa dengan fosfat dan terdiri atas bagian kepal (polar
head) dan bagian ekor (nonpolar tail). Bagian kepala bersifat hidrofilik dan
bagian ekor bersifat hidrofobik.
2) Glikolipid,
yaitu lipid yang bersenyawa dengan karbohidrat.
3) Sterol,
yaitu lemak alkohol, misalnya kolesterol.
Lapisan
protein membran sel terdiri atas glikoprotein. Lapisan protein membentuk dua
macam lapisan, yaitu lapisan protein perifer atau ekstrinsik dan lapisan
protein integral atau intrinsik. Lapisan protein perifer membungkus bagian
kepala (polar head) lipid rangkap dua bagian luar. Lapisan protein integral membungkus bagian
kepala (polar head) lipid rangkap dua bagian dalam.
Molekul
protein dan lemak itu tidak statis, melainkan senantiasa bergerak. Dapat
dibayangkan molekul lemak sebagai “benda cair” yang diatasnya dan di dalamnya
terdapat molekul protein yang “berenang-renang”. Itulah sebabnya unsur membran
yang demikian itu disebut sebagai “membran mosaik cair” (fluid mosaic
membrane). Untuk jelasnya perhatikan gambar berikut.
Fungsi
membran plasma
1)
Melindungi
isi sel
Membran sel
berfungsi mempertahankan isi sel.
2)
Mengatur
keluar masuknya molekul-molekul
Membran plasma
bersifat semipermiable (selektif permeable), artinya ada zat-zat tertentu yang
dapat melewati membran dan ada pula yang tidak.
3)
Sebagai
reseptor rangsangan dari luar sel
Rangsangan iru
berupa zat-zat kimia, seperti hormon, racun, rangsangan listrik, dan rangsangan
mekanik.
b. Sitoplasma
Biologi : Struktur dan Fungsi Bagian-bagian Sel #1
Struktur
dan fungsi bagian-bagian sel
Struktur
sel dibagi menjadi struktur sel prokariotik dan eukariotik. Setiap organisme
tersusun dari salah satu tipe struktur sel tersebut, yaitu prokariotik atau
eukariotik. Sel prokariotik hanya terdapat pada kingdom Monera, Archaebacteria, Eubacteria. Sementara itu kingdom Animalia, plantae, fungi dan kingdom Protista mempunyai struktur sel
eukariotik.
1. Struktur
Sel Prokariotik
Semua
sel prokariotik mempunyai membran plasma, nukleoid (berupa DNA dan RNA), dan
sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak mempunyai membran
inti sehingga bahan inti yang berada dalam sel mengadakan kontak langsung
dengan protoplasma. Ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem
endomembran seperti retikulum endoplasma dan kompleks Golgi. Selain itu, sel
prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloroplas, namun mempunyai
struktur yang berfungsi sama, yaitu mesosom dan kromatofor. Contoh sel
prokariotik adalah bakteri dan ganggang biru.
Berikut
akan diuraikan struktur sel E. coli yang
mewakili sel prokariotik yang meliputi dingding sel, membran plasma,
sitoplasma, mesosom, ribosom, DNA, dan flagela.
a. Dinding
Sel
Dinding sel bakteri tersusun atas polisakarida,
lemak, dan protein. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk
yang tetap. Pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya
molekul-molekul.
b. Membran
Plasma
Membran sel atau membran plasma tersusun atas
molekul lemak dan protein. Fungsinya sebagai pelindung molekuler sel terhadap
lingkungan disekitarnya, dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion
dari dan ke dalam sel.
c. Sitoplasma
Sitoplasma tersusun atas air, protein, lemak, dan
enzim-enzim. Enzim-enzim digunakan untuk mencerna makanan secara ekstraseluler
dan untuk melakukan proses metabolisme sel. Metabolisme sel meliputi proses
penyusunan (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zat-zat.
d. Mesosom
Langganan:
Postingan (Atom)